Penampilan posting dalam arsip Urban Legend

Sebuah Kisah Urban Legend Lift/Elevator

Kisah ini adalah sebuah kisah urban legend yang sangat menakutkan dari Negara Korea tentang seorang gadis yang di bunuh pada malam hari di sebuah lift/elevator. Kasus ini sangat terkenal sebagai ''Pembunuhan di Lift''.

Ada seorang gadis Korea berusia 19 tahun berinisial "A" (maaf nama asli tidak disebutkan) yang menghadiri sebuah acara di universitas di kota besar Korea. Suatu malam, ia harus tetap berada di ruang perpustakaan untuk menyelesaikan sebuah proyek dan membuat gadis itu pulang pada larut malam.

Gadis itu tinggal di lantai 14 di sebuah gedung apartemen yang tidak begitu jauh dari universitas, proyek yang ia kerjakan di universitas pun telah selesai kemudian ia bergegas pulang dan sampai di sebuah apartemen, ia berdiri di pintu masuk dan menekan tombol untuk memanggil lift. Ketika lift tiba dan pintu lift terbuka ia pun langsung melangkah masuk dan menekan tombol untuk menuju ke lantai yang ditujunya. Sesaat pintu lift akan segera menutup, ada seorang pria yang sedang berlari menuju lift, pria itu sungguh terlihat lelah dan mengulurkan tangannya untuk menghentikan penutupan pintu. Kemudian, ia melangkah masuk ke lift dan berdiri di sampingnya.

man-in-the-elevator-01.jpg

"Permisi, apakah anda tinggal di lantai 14?", tanya pria itu, sambil melihat tombol lift menyala.

"Ya", jawab gadis itu sambil terdiam.

"Ohh", kata pria itu sambil tersenyum padanya.

"Kebetulan sekali ya, saya tinggal di lantai 13 hanya beda 1 lantai." sahut pria itu sambil menekan tombol lift nomor 13.

Melalui jendela di pintu lift, gadis itu hanya menyaksikan lantai yang sedang berlalu menuju ke atas, dan keduanya pun berdiri dalam keadaan hening dan terdiam. Gadis itu melirik beberapa kali kepada pria itu, kemudian mereka kebetulan berpapasan dalam satu pandangan, pria itu tersenyum manis kepadanya, dan gadis itu merasa malu dan pipinya pun memerah. Saat itu, lift berhenti di lantai 13, pintu lift pun terbuka dan pria itu melangkah keluar dari lift.

"Sampai nanti ya.." kata pria itu sambil tersenyum.

"Ya dengan senang hati, sampai ketemu lagi," jawab gadis itu dengan nada riang.

Kemudian pintu lift itu menutup, dan tiba-tiba saja pria itu berbalik dan menoleh kepadanya, dan menarik sebuah benda dari dalam jasnya, benda itu adalah sebuah pisau dapur yang tajam. Dan pria itu berkata pada gadis itu, dengan suara mengancam.

"Hey! Lantai atas, aku tunggu kau!" kemudian pria itu tertawa seperti orang gila, dan pria itu berlari menuju tangga menuju lantai 14.

man-in-the-elevator-02.jpg

Gadis itu pun mulai merasa panik dan takut, kemudian ia memukul-mukul tombol lift dengan keras dan berusaha untuk menghentikan laju lift, tetapi usahanya itu pun tidak ada gunanya dan ia pun putus asa. Ketika ia sampai di lantai 14 dan pintu lift pun telah terbuka, pria yang membawa pisau itu pun sudah berdiri di sana, menunggunya, dan siap untuk membunuhnya.

Di Negara Korea, para penduduknya mengatakan bahwa kasus ini bukan hanya sekedar kisah urban legend tetapi kasus ini adalah sebuah KISAH NYATA. Di kabarkan seorang gadis berinisial "A" itu ditemukan tewas, ditikam sampai mati di dalam lift. Para penduduk mengatakan bahwa bagian terburuk dalam kasus kematian lift ini adalah bukan kematian dari gadis itu, melainkan penderitaan yang di alami gadis itu dengan ancaman pembunuhan dalam menuju ke lantai 14, dan perasaan takut yang dipenuhi dengan keputus asaan, terjebak dalam lift sambil memukul tombol lift supaya berhenti, kemudian ia tahu bahwa ia akan mati di lantai 14. Para penduduk telah mengklaim bahwa di dalam kasus ini ada suatu alasan mengapa di setiap lift sekarang telah tersedia memiliki tombol berhenti.

Misteri Gigitan Aneh

bite-mark-1.jpg

Pada bulan Mei tahun 1951, telah terjadi sebuah peristiwa yang sangat aneh yang terjadi di kota Manila di Filipina. Suatu malam pada pukul 01:20am di kota Manila, ketika seorang polisi sedang patroli di jalan kemudian ia telah menemukan seorang gadis remaja yang berumur 18 tahun yang sedang berlari ketakutan. Gadis itu mengenakan gaun berbahan tipis dan tampak ia sedang berbicara pada dirinya sendiri, kemudian gadis itu berteriak "Tolong aku! Tolong! Ada seseorang yang ingin menggigit aku!".

Polisi telah menduga bahwa ia telah tertangkap basah karena menggunakan narkotika dan menderita halusinasi, kemudian polisi itu telah menangkap gadis itu dan membawanya ke kantor polisi. Namun, ketika ia melepas borgolnya dan mencoba untuk mengambil sidik jarinya, gadis itu tiba-tiba mulai berteriak dan meronta-ronta berkata "Dia ada di sini! Dia ada di sini! Tolong aku, aku mohon! Dia telah mengejar aku sampai kesini!" kemudian tubuh gadis itu terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri karena pingsan.

Polisi itu kemudian membungkuk untuk membantunya berdiri, kemudian ia melihat sesuatu yang sangat mengerikan pada gadis itu. Tepat di depan matanya, polisi itu melihat ada sebuah bekas gigitan yang baru saja muncul di bahu gadis itu, terlihat gigitan itu sangat jelas dan terlihat baru kemudian bekas gigitan itu pun perlahan-lahan mulai mengeluarkan darah. Polisi itu sangat kaget dan ia tidak bisa percaya apa yang dilihatnya, kemudian ia segera menghubungi kepala polisi.

Laporan yang disampaikan oleh polisi itu membuat marah kepala polisi karena ia merasa terganggu di tengah malam hari, kemudian dengan segera mereka pun mulai memeriksa gadis itu di dalam ruang interogasi. Pada awalnya, kepala polisi itu berpikir bahwa gadis itu pasti telah menyakiti tubuhnya sendiri karena apa yang telah gadis itu perbuat adalah akibat dari efek narkotika, tetapi ketika ia memeriksanya lebih dekat, ia mulai menyadari bahwa bekas gigitan itu terlihat tidak normal dan terlihat aneh. Kemudian kepala polisi itu berkata dengan nada heran "Manusia itu tidak bisa melihat punggung di tubuhnya, dan sangat mustahil sampai bisa membuat gigitan seperti ini, ini di luar akal sehat manusia?" gumamnya.

Kemudian mereka memutuskan untuk menjaga gadis di kantor polisi dan menguncinya dalam sebuah sel penjara. Malam itu, beberapa polisi telah diberikan tugas untuk mengawasi gadis itu dan memastikanya bahwa dia tidak melukai dirinya sendiri saat berada di dalam sel penjara. Ketika menjelang pagi, gadis itu masih dalam keadaan tidur nyenyak, sehingga para polisi memutuskan untuk mengambil istirahat untuk sarapan pagi dan minum kopi. Ketika menuang kopi ke dalam sebuah cangkir, tiba-tiba mereka mendengar gadis itu menjerit lagi, jeritanya sangat keras dan ia berkata "Dia sudah kembali! Dia kembali! Tolong! Aku Takut!".

Gadis itu mulai menangis dan berteriak sangat histeris, kemudian para polisi langsung berlari menuju sel penjara, sesampainya di sana, mereka sangat terkejut sampai mereka menjatuhkan cangkir kopinya hingga pecah. Mereka telah menemukan gadis itu dalam keadaan sudah tidak bernyawa di lantai selnya dalam keadaan terkunci dan digenangi darah di sekujur tubuhnya, tenggorokannya telah robek dan ada tanda gigitan di bagian belakang lehernya.

Setelah itu kepala polisi datang untuk melihat gadis itu dan para polisi mulai memeriksa mayat gadis itu. Tak satu pun dari mereka yang bisa menjelaskan kasus kematian gadis itu, bagaimana peristiwa ini bisa terjadi, bahwa ia telah dibunuh sementara terkunci dalam sel yang kosong. Beberapa polisi dan kepala polisi itu pun mulai gemetar ketakutan karena melihat bekas gigitan di leher gadis itu hingga robek.

bit-mark-2.jpg

Menurut kabar berita, para polisi telah menutupi kejadian yang sangat aneh ini kepada publik dan kematian gadis itu terdaftar sebagai kasus Bunuh Diri. Namun, dalam rincian sebenarnya dari kasus ini telah dicatat oleh kepolisian Manila dalam kasus rahasia, dengan kasus "Misteri Unsolved No.108-Misteri Gigitan Aneh".

Potret Dari Wanita Hijau/The Green Lady

Wanita hijau atau disebut dengan Green Lady adalah cerita hantu dan sekaligus kisah urban legend tentang sebuah pemakaman di Burlington, Connecticut yang dihantui oleh hantu seorang wanita yang berwarna hijau yang tewas tenggelam di sebuah rawa.

Kisah ini dimulai dengan seorang wanita bernama Elizabeth yang tinggal bersama suaminya di sebuah rumah di samping pemakaman. Selama musim dingin yang sangat panjang, suaminya pergi meninggalkan rumah untuk mendapatkan persediaan makanan tetapi pada saat itu tiba-tiba badai datang secara mendadak dan membuat cuaca sangat buruk, ia pun menunda selama beberapa jam disebuah pondok sekitar pemakaman sampai cuaca buruk menghilang.

Sementara itu Elizabeth sang istri sangat khawatir dengan suaminya di luar sana dan ia terpaksa mengambil langkah yang sangat fatal, ia memberanikan diri keluar dari rumah dalam keadaan cuaca yang buruk dan berharap menemukan suaminya di suatu tempat. Saat itu ia pun tersesat di dalam hutan yang berdekatan dengan sebuah rawa dan ia berjalan menelusuri rawa. Saat ia menelusuri rawa, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh masuk ke dalam rawa kemudian ia terjebak oleh tanaman yang mengikat tubuhnya di dalam rawa, ia pun menangis dan meronta-ronta meminta pertolongan dan berharap ada yang menolongnya.

Kemudian di dalam pondok suaminya memberatkan diri dan berpikir untuk tidak melanjutkan perjalanan dan ia pun kembali ke perjalanan pulang ke rumah, ketika ia tiba di dalam hutan ia mendengar sayup-sayup suara rintihan meminta pertolongan "Tolong! Siapapun disana tolonglah aku!!!", ia pun berlari dan mencari sumber dari suara tersebut. Suara-suara itu pun semakin dekat dan ia pun terus berlari, ketika ia sampai di sebuah rawa, ia pun sangat kaget dan histeris bahwa ia melihat istrinya sedang meronta-ronta menangis meminta pertolongan di dalam rawa. Sang suami hanya bisa menangis dan histeris, ia pun tidak berani untuk menolongnya, ia hanya berdiri dan menyaksikan istrinya tenggelam semakin dalam, ia pun tega mengabaikan jeritan istrinya meminta pertolonganya.

Pada akhirnya, air rawa pun perlahan-lahan naik ke atas kepala sang istri dan suaranya yang penuh dengan pilu itu pun tiba-tiba menghilang dalam keheningan, Elizabeth pun tenggelam masuk ke dalam rawa.

Sejak saat itu, seorang saksi melaporkan bahwa ia melihat sesosok hantu dari seorang wanita yang sedang menangis di sekitar rawa yang dikelilingi oleh kabut hijau. Penduduk sekitar pun berpendapat bahwa penampakan sesosok hantu di sekitar rawa itu adalah Elizabeth yang pergi meninggalkan rumahnya dalam keadaan cuaca buruk untuk mencari suaminya.

Beberapa tahun kemudian suami dari Elizabeth meninggal karena sakit keras dan ia pun di semayamkan tepat di pemakaman disamping rumahnya. Saat itu ada pasangan muda yang sedang mengambil gambar di sekitar makam, kemudian mereka sangat terkejut melihat hasil foto yang mereka dapat, di dalam foto itu terdapat sebuah kabut berwarna hijau tepat di atas salah satu makam. Ketika mereka mencari informasi dari makam tersebut, bahwa foto yang berhasil mereka tangkap adalah makam di mana makam sang suami Elizabeth yang di semayamkan, dan kabut hijau itu adalah penampakan dari hantu istrinya(Elizabeth) yang menghantui makamnya.

Sebuah cahaya misterius sering terlihat di sekitar rawa. Mereka yang telah melihat cahaya-cahaya itu menyebutnya sebagai lampu atau lentera. Penduduk setempat percaya bahwa cahaya itu adalah sebuah lentera yang di bawa oleh Elizabeth untuk mencari suaminya yang pergi mencari persediaan makanan. Ada sekelompok pelajar sedang pulang sekolah melewati sebuah rawa di dekat hutan, mereka mengatakan bahwa mereka telah diusir oleh seorang pria misterius, bahwa pria itu melarang mereka untuk melewati rawa ini.

Jika kalian melintasi pemakaman di Burlington, Connecticut. Kalian dapat melihat sebuah potret lukisan yang tergantung di salah satu jendela rumah yang tidak berpenghuni. Penduduk sekitar mengatakan bahwa potret lukisan itu adalah sebuah potret dari Wanita Hijau atau Green Lady. Penduduk setempat mengatakan bahwa meskipun rumah tua yang sudah lama tidak ditempati, lukisan itu masih tetap terawat dan tetap terlihat baru.

wanita-hijau.jpg